Jalanguru-logo Jalanguru-logo
Subscribe Now
JalanGurucomJalanGurucom
Font ResizerAa
Search
Follow US
Copyright © 2014-2023 Ruby Theme Ltd. All Rights Reserved.
JalanGurucom > Blog > Ekonomi > Motif Ekonomi : Pengertian, Penyebab, Contoh
Ekonomi

Motif Ekonomi : Pengertian, Penyebab, Contoh

bio jalan guru
By
Admin JalanGuru
bio jalan guru
ByAdmin JalanGuru
Follow:
7 Min Read
SHARE
Contents
  • Pengertian Motif Ekonomi
  • Penyebab Motif Ekonomi
    • Contoh
  • 4 Contoh Motif Ekonomi
    • Motif untuk memenuhi kebutuhan
    • Motif untuk membantu sesama (sosial)
    • Motif untuk mendapatkan penghargaan
    • Motif untuk memperoleh kekuasaan

Motif Ekonomi – Walaupun pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang selalu ingin mementingkan kepentingan sendiri sebagai motif utama dalam melaksanakan tindakan ekonomi. Namun, dalam kenyataannya tindakan-tindakan ekonomi manusia tidak dapat terlepas dari pertimbangan-pertimbangan untuk kepentingan umum.

Motif ekonomi yang mendorong perilaku atau tindakan-tindakan ekonomi manusia dapat dikategorikan sebagai berikut: motif untuk memenuhi kebutuhan, motif untuk membantu sesama (sosial), motif untuk mendapatkan penghargaan, motif untuk memperoleh kekuasaan.

Pengertian Motif Ekonomi

Ilmu ekonomi pada hakekatnya adalah sebuah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Serta alasan-alasan mengapa manusia melakukan tingkah laku (tindakan) tertentu. Tindakan yang manusia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut dengan tindakan ekonomi.

Tindakan manusia, termasuk tindakan ekonomi didasari oleh motif-motif tertentu. Motif paling mendasar yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi adalah motif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas atas apa yang telah diperolehnya. Hal tersebut merupakan sifat dasar seluruh manusia. Hal itulah salah satunya yang menyebabkan terjadinya kelangkaan.

Akibat dari sifat dasar manusia tersebut, maka setiap manusia senantiasa berusaha untuk memaksimalkan kepuasan yang dapat diraihnya melalui berbagai tindakan ekonomi.

  • Baca Juga: Kelangkaan dan Masalah Inti Ekonomi

Penyebab Motif Ekonomi

Walaupun pada dasarnya manusia adalah makhluk yang cenderung mementingkan kepentingan diri sendiri. Namun menurut Adam Smith dalam bukunya “Moral Sentiment”. Buku yang ditulis sebelum bukunya yang sangat terkenal dan berpengaruh “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”. Bahwa sifat dasar manusia tersebut akan dibatasi oleh dua hal.

Pertama, oleh sentimen moral, yaitu keinginan universal manusia untuk menjunjung tinggi harga diri pribadi dan keinginan untuk memperoleh penghargaan dari orang lain.

Kedua, oleh suatu kebetulan yang positif dan menyenangkan bahwa jika masing-masing individu/keluarga/perusahaan /negara berupaya maksimal meraih keuntungan maksimal. Maka pada akhirnya masyarakat secara keseluruhan pula yang akan merasakan keuntungannya.

Contoh

Sebagai contoh, dalam rangka memperebutkan konsumen, perusahaan- perusahaan saling bersaing untuk menghasilkan produk-produk yang berkwalitas dengan harga yang serendah mungkin. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat karena masyarakat akan memperoleh barang- barang yang berkualitas dengan harga murah.

Demikian juga sebaliknya, individu atau rumah tangga yang berupaya memaksimalkan keuntungan/kepuasan dari harta yang dimilikinya. Akan menyisihkan sebagian hartanya dalam bentuk tabungan atau investasi pada lembaga-lembaga keuangan.

Harta masyarakat yang disimpan dalam lembaga-lembaga keuangan tersebut kemudian dapat dipinjamkan kepada perusahaanperusahaan untuk memperbesar skala usaha mereka.

Sebuah aksioma dalam ilmu ekonomi mengatakan bahwa manusia yang rasional selalu bertindak untuk memaksimalkan kepuasannya. Dengan kata lain berarti bahwa manusia yang rasional senantiasa berusaha memenuhi kepentingan pribadinya.

Lawan dari sifat mementingkan kepentingan pribadi adalah sifat altruistik, yaitu sifat mementingkan kepentingan orang lain tanpa memperhatikan kepentingan sendiri.

Motif ekonomi melatarbelakangi tindakan-tindakan manusia terentang diantara dua titik ekstrim tersebut, yaitu “murni untuk kepentingan pribadi” dan “murni untuk kepentingan orang lain”.

Dengan kata lain tindakan ekonomi seseorang seyogyanya tidak semata-mata didasari motif untuk memenuhi kepentingan pribadi namun juga memperhatikan kepentingan umum/masyarakat.

Pandangan kontemporer ini berasal dari cabang ilmu mikroekonomi yang disebut dengan perilaku ekonomi (behavioral economics). Jika tindakan-tindakan ekonomi semata-mata didasari oleh kepentingan pribadi dan upaya-upaya untuk memenuhi kepuasan semaksimal mungkin tanpa sama sekali mempertimbangkan kepentingan umum. Pada akhirnya kegiatan ekonomi masyarakat akan mengalami kehancuran.

Bayangkan jika seluruh pelaku ekonomi, pengusaha, pegawai negeri, pedagang, dan lain-lain dalam rangka mencapai keuntungan/kepuasan maksimal. Mereka senantiasa berupaya berlaku curang dalam setiap tindakannya.

Jika kondisi tersebut terjadi, diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk melakukan pengawasan dan pencegahan. Apalagi jika petugas/pelaku pengawasan dan pencegahan itu sendiri juga berlaku curang untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya.

4 Contoh Motif Ekonomi

Oleh karena itu, motif ekonomi yang mendorong perilaku atau tindakan-tindakan ekonomi manusia dapat dikategorikan sebagai berikut:

Motif untuk memenuhi kebutuhan

Pemenuhan kebutuhan merupakan pendorong paling besar bagi manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Manusia bekerja (melakukan kegiatan produksi) untuk memperoleh penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang bervariasi (melakukan konsumsi).

Sebagian manusia harus bekerja lebih keras dari sebagian yang lain untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan-keinginan yang terus berkembang. Misalnya seorang ayah rela untuk menambah jam kerja ekstra pada malam hari agar dapat membiayai pengobatan anaknya.

  • Baca Juga: Pengertian Kebutuhan Manusia

Motif untuk membantu sesama (sosial)

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia juga melakukan kegiatan ekonomi (khususnya kegiatan produksi) karena dorongan faktor sosial.

Misalnya, warga sebuah kampung bergotong-royong bekerja secara sukarela untuk memperbaiki jembatan yang rusak agar jalur transportasi dan kenyamanan seluruh warga dapat diwujudkan.

Atau seseorang yang menambah jam kerja harian agar dapat terus melanjutkan pemberian sumbangan rutinnya untuk sebuah pondok pesantren.

  • Baca Juga: Masalah Ekonomi Moderen

Motif untuk mendapatkan penghargaan

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kepentingan sosial, sebagian manusia juga melakukan kegiatan ekonomi karena dorongan untuk memperoleh penghargaan.

Misalnya, sebuah pemerintah daerah meningkatkan layanan- layanan bagi masyarakat seperti membangun lebih banyak fasilitas umum (taman kota, toilet umum, taman bermain) untuk mendapatkan pengakuan/penghargaan baik dari pemerintah pusat maupun dari masyarakatnya sendiri.

Contoh lain, divisi-divisi produksi sebuah perusahaan swasta berlomba untuk meningkatkan kualitas produksi, efisiensi produksi, dan hasil penjualan untuk memperoleh penghargaan dari pimpinan perusahaan.

Motif untuk memperoleh kekuasaan

Selain ketiga motif diatas, sebagian manusia melakukan kegiatan ekonomi dalam upaya mereka untuk meraih kekuasaan.

Misalnya, seorang kepala daerah berupaya meningkatkan layanan masyarakat dan membangun serta memperbaiki fasilitas-fasilitas umum dengan harapan agar dapat dipilih kembali oleh masyarakat dalam pemilihan kepala daerah periode berikutnya.

Contoh lain, para direktur sebuah perusahaan berupaya meningkatkan kinerja masing-masing agar dapat terpilih menjadi direktur utama perusahaan tersebut.

TAGGED:contohmotif ekonomipengertianpenyebab

Daftar untuk Newsletter Harian

Ikuti terus! Dapatkan berita terkini langsung ke kotak masuk Anda.
Dengan mendaftar, Anda menyetujui Ketentuan Penggunaan kami dan menyetujui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article METODE ILMIAH DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium
Next Article Download Modul Ajar Matematika Kelas 1 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka [gurusekali] Modul Ajar Matematika Kelas 1 Semester 1 & 2 Kurikulum Merdeka (Deep Learning)
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka

You Might Also Like

Perdagangan Internasional - Dampak Positif dan Negatif serta Kebijakan
Ekonomi

Perdagangan Internasional: Dampak Positif,Negatif, dan Kebijakan

7 Min Read
Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
Ekonomi

6 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

8 Min Read
Globalisasi
Ekonomi

Globalisasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak, Kapan Muncul?

9 Min Read
masalah ekonomi moderen
Ekonomi

3 Masalah Ekonomi Moderen : Apa, Bagaimana, Siapa

2 Min Read

Selalu Tahu yang Terbaru

Ingin selalu update dengan konten kami? Yuk, berlangganan! Kami janji tidak akan membanjiri email Anda.
Jalanguru-logo Jalanguru-logo

Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Siap Pakai & Download Instan!
Dapatkan CP, ATP, PROTA, PROSEM, Pemetaan TP, Modul Ajar, KKTP dengan pendekatan deep learning. Hemat waktu, langsung praktik!

Download Perangkat Ajar Sekarang!

Optimalkan Perangkat Ajar Anda dengan Partner Terpercaya.
Request
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?