Jalanguru-logo Jalanguru-logo
Subscribe Now
JalanGurucomJalanGurucom
Font ResizerAa
Search
Follow US
Copyright © 2014-2023 Ruby Theme Ltd. All Rights Reserved.
JalanGurucom > Blog > Ekonomi > Distribusi : Pengertian, Tugas, Tujuan, Cara, Jenis, Faktor, Fungsi
Ekonomi

Distribusi : Pengertian, Tugas, Tujuan, Cara, Jenis, Faktor, Fungsi

bio jalan guru
By
Admin JalanGuru
bio jalan guru
ByAdmin JalanGuru
Follow:
14 Min Read
SHARE
Contents
  • Pengertian Distribusi
  • Tugas Saluran Distribusi
  • Tujuan Distribusi adalah
  • 3 Cara Dilakukannya Distribusi
    • Distribusi langsung
    • Distribusi tidak langsung
    • Distribusi semi langsung
  • Jenis Saluran Distribusi
    • Pedagang
    • Agen atau Perantara Dagang
  • Faktor Pemilihan Saluran Distribusi
    • Petunjuk dalam pemilihan saluran distribusi
  • Fungsi Distribusi
    • Fungsi Pokok
    • Fungsi Tambahan
  • Simpulan:

Tanpa tersadari, kita selalu berhubungan dengan yang namanya distribusi. Contohnya saat kamu berbelanja secara online. Tentu, agar barang tersebut sampai dengan selamat perlu mengirimnya dengan alat transportasi. Proses pengantaran barang tersebutlah bisa kamu sebut sebagai distribusi.

Pengertian Distribusi

Distribusi adalah kegiatan ekonomi yang menjembatani antara kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi. Pelaku kegiatan distribusi dinamakan distributor. Barang yang sudah dihasilkan oleh produsen supaya sampai ke tangan konsumen memerlukan adanya lembaga yang biasa disebut dengan distributor.

Meskipun dalam kenyataan tidak selamanya barang yang dihasilkan produsen untuk sampai ke konsumen harus melewati distributor. Akan tetapi, dalam perekonomian modern suatu kegiatan distribusi memegang peranan yang penting.

Lebih-lebih dengan makin majunya teknologi transportasi yang mengakibatkan hubungan antar bangsa menjadi lebih dekat. Hal ini mengakibatkan peranan distribusi makin penting karena barang yang ada didalam negeri tetapi juga konsumen yang ada diluar negeri.

Perkembangan teknologi informasi juga semakin mendorong berkembangnya sektor distribusi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan internet, semakin banyak bermunculan jasa distributor barang antar individu yang jauh lebih fleksible dan sebelumnya tidak pernah dilakukan melalui jasa distributor barang konvensional.

Contohnya seperti Gojek, Grab, Uber, Maxim, dan sebagainya.

Tugas Saluran Distribusi

Kegiatan untuk menjual atau memasarkan hasil-hasil produksi barang dan jasa kepada konsumen yang disebut juga sebagai saluran distribusi (channel of distribution) merupakan struktur bisnis dari organisasi yang saling bergantung yang menjangkau dari titik awal suatu produk sampai ke pelanggan dengan tujuan memindahkan produk ke tujuan konsumen terakhir.

Saluran distribusi itu melakukan sejumlah tugas, yaitu:

  • Melakukan pengumpulan dan penyebaran informasi melalui riset pemasaran tentang potensi konsumen, pesaing, dan kekuatan lainnya dalam lingkungan pemasaran.
  • Melakukan pengembangan dan penyebaran komunikasi mengenai penawaran barang atau jasa.
  • Melaksanakan komunikasi mengenai minat membeli oleh anggota saluran distribusi ke produsen.
  • Melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal hal lain sehubungan dengan penawaran.

Tujuan Distribusi adalah

Distribusi yang dilakukan memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  • Menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen
  • Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen
  • Tercapainya pemerataan produksi
  • Menjaga kontinuitas produksi
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi
  • Meningkatkan nilai guna barang dan jasa

Proses penyaluran produk akan memberikan dampak yang besar pada jumlah pembelian produk dan membawa keuntungan bagi perusahaan. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk melaksanakan proses distribusi dengan baik.

Saluran Distribusi adalah proses logistik perusahaan memindahkan barang dari produsen kepada konsumen dan dari satu tempat ke tempat lain melalui sebuah saluran.

Penyaluran produk ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan harus tepat agar tidak mengecewakan konsumen. Proses distribusi melibatkan berbagai pihak seperti produsen, distributor, dan pedagang.

Baca Juga: Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan

3 Cara Dilakukannya Distribusi

Melalui distribusi, produsen dapat terbantu untuk menyalurkan barang dan jasa yang mereka hasilkan kepada konsumen dan di pihak lain konsumenpun akan terbantu memperoleh kemudahan menemukan barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya.

Penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dilakukan dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut:

Distribusi langsung

Dalam distribusi langsung, hasil produksi dapat disalurkan ke tangan konsumen tanpa melalui suatu perantara apapun.

Contohnya: Penjual mie ayam menjual langsung mie ayamnya kepada konsumen dengan cara berkeliling kampung, sebuah warung yang menjual makanan dan minuman di suatu kampung.

Distribusi tidak langsung

Dalam distribusi tidak langsung, hasil produksi dapat disalurkan ke tangan konsumen dengan menggunakan sebuah perantara, seperti agen, pedagang besar, dan pedagang eceran.

Contohnya: suatu pabrik mengekspor kayu ke negara lain seperti Malaysia, China, dan lain sebagainya dengan menggunakan agen tertentu, suatu pabrik baju menjual hasil produksinya dengan menggunakan pedagang eceran.

Distribusi semi langsung

Distribusi semi langsung menggunakan saluran distribusi dalam penyampaian barangnya, namun saluran distributor tersebut masih menjadi bagian dari produsen tersebut.

Jenis Saluran Distribusi

Saluran distribusi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu pedagang dan agen.

Pedagang

Pedagang adalah orang atau perusahaan yang usahanya memperjualbelikan barang-barang dagangan dan ikut memiliki barang tersebut, meskipun kepemilikannya tidak secara fisik. Secara umum pedagang dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis :

  • Produsen yang sekaligus menjual hasil produksinya kepada konsumen.
  • Pedagang besar disebut juga wholeseller (grosir) adalah pihak yang membeli barang-barang dagangan dan menjualnya kembali kepada pedagang besar lain, pengecer atau produsen bukan ke konsumen.

Fungsi grosis yang utama adalah mengumpulkan dan menyebarkan. Grosir berbeda dengan agen karena grosir membeli dan memiliki produk yang ditangani.

Grosir dengan pelayanan penuh memberikan kredit, informasi pasar, dan saran-saran seperti penetapan harga kepada pelanggan. Para pedagang kecil hampir tidak dapat dapat beroperasi tanpa adanya pelayanan dari grosir.

  • Pedagang Kecil/Retailer/Pengecer

Pengecer adalah suatu perusahaan yang membeli barang-barang dari produsen atau grosir kemudian menjualnya kepada konsumen. Penjualan eceran meliputi semua kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barangbarang dan jasa untuk konsumen terakhir.

Adapun lembaga-lembaga yang berniaga secara eceran adalah:

  1. Toserba (department store). Toserba biasanya merupakan toko yang besar dan dikelompokkan ke dalam departemen-departemen (bagian bagian) yang didirikan di dalam kota atau di pusat-pusat perbelanjaan.
  2. Supermarket (Swalayan). Setiap konsumen dapat melayani sendiri, memilih dan menentukan barang yang akan dibeli sesuai kemampuan dengan pembayaran dilakukan secara kontan. Biasanya swalayan menyediakan berbagai barang kebutuhan mulai dari makanan, obat-obatan, daging, peralatan rumah tangga, elektronik, dan sebagainya.
  • Toko Khusus. Pada setiap pusat pembelajaan biasanya tersedia toko-toko yang menjual barang-barang khusus, seperti: toko makanan, kedai caffe,  toko sepatu, toko pakaian, toko mainan, dan sebagainya.

Agen atau Perantara Dagang

Perantara dalam perdagangan sering disebut agen, yaitu lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distibusi barang, tetapi tidak memiliki hak atas barang yang diperdagangkan.

Pedagang perantara (agen/midleman) adalah pedagang perantara yang tidak membeli dan memiliki barang yang mereka jual. Fungsi utama agen adalah melakukan penjualan bagi produsen.

Agen biasanya dibayar dengan suatu komisi berdasarkan volume penjualan. Makelar (broker), agen penjualan, dan agen produsen digolongkan sebagai perantara agen.

Faktor Pemilihan Saluran Distribusi

Pemilihan dan penentuan saluran distribusi bukan suatu hal yang mudah karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi akan dapat menggagalkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan.

Pemilihan saluran distribusi yang salah dapat menimbulkan penghamburan biaya atau pemborosan. Oleh sebab itu masalah pemilihan saluran distributor akan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menginginkan perkembangan kegiatannya.

Oleh karena pengaruhnya sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi ini harus benar-benar dipertimbangkan. Dalam hal ini perusahaan atau produsen harus memperhatikan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan saluran distributor.

Baca Juga: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Motif Ekonomi

Petunjuk dalam pemilihan saluran distribusi

Terdapat beberapa petunjuk yang perlu kamu perhatikan dalam memilih saluran distribusi yang tepat, yaitu dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

Sifat Barang

Semua barang mempunyai sifat sendiri dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk menetapkan seluruh distribusi yang harus ditempuh. Sifat barang ini dapat berupa cepat tidaknya barang tersebut mengalami kerusakan atau yang dapat mempengaruhi turunnya nilai barang berpengaruh dalam penentuan rantai distribusi.

Misalnya pada produksi dan ekspor benih lobster, memerlukan penanganan yang hati-hati dan kompleks karena sifat benih lobster yang mudah rusak. Berbeda dengan produksi buku tulis yang lebih mudah penanganan distribusinya karena sifatnya yang relatif tidak cepat rusak.

Sifat Pembayarannya

Dalam pemasaran barang, ada barang-barang tertentu yang memerlukan penyebaran seluas-luasnya baik secara vertikal maupun horizontal. Biasanya barang-barang tersebut merupakan kebutuhan umum, harga perunit rendah serta pembelian dari setiap konsumen relatif kecil, seperti misalnya pasta gigi, sampo, dan sabun mandi.

Biaya

Secara umum, mata rantai saluran distribusi yang terlalu panjang akan menimbulkan biaya yang lebih besar dan mendorong harga jual yang tinggi dan selanjutnya dapat menggangu kelancaran penjualan barang-barang tersebut.

Hal ini dapat dimaklumi sebab setiap mata rantai menginginkan keuntungan yang layak sebagai imbalan dari kegiatan mereka. Untuk menekan harga penjualan maka perusahaan harus rela untuk mendapatkan keuntungan yang tipis atau mengusahakan agar komisi dari mata rantai tersebut menjadi lebih kecil.

Untuk menekan biaya distribusi, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyediakan unit distributor sendiri pada bagian pemasarannya daripada harus menggunakan layanan distribusi perusahaan lain.

Modal

Sifat suatu barang terutama barang-barang industri harus dapat mendorong agar barang tersebut dapat diterima oleh konsumen atau lembaga industri. Salah satu caranya adalah menjual barang-barang tersebut secara konsinyasi atau piutang dalam tempo tertentu.

Hal ini memerlukan dana yang tidak kecil. Kalau kita menggunakan grosir atau agen mungkin masalah modal sebagaimana kalau kita menjual langsung kepada pengecer.

Tingkat Keuntungan

Persaingan yang makin tajam dapat mendorong penjualan menjadi rendah. Dalam keadaan demikian tingkat keuntungan dari perusahaan menjadi lebih rendah. Apabila perusahaan menggunakan mata rantai saluran distribusi yang sangat panjang, dapat menyebabkan harga ke konsumen menjadi lebih tinggi, dan ini menggangu penjualan barang tersebut.

Perusahaan yang kebetulan tingkat keuntungannya lebih tinggi akan lebih luas dalam menentukan saluran distribusinya, sebab walaupun perusahaan menetapkan mata rantai saluran distribusi yang panjang, tetapi karena keuntungan masih cukup tinggi, maka harga sampai ke konsumen masih dapat bersaing.

Baca Juga: Masalah Ekonomi Modern

Fungsi Distribusi

Adapun fungi distribusi dikelompokkan menjadi dua, yakni fungsi pokok dan fungsi tambahan. Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan.

Fungsi Pokok

  • Pengangkutan (Transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin luas, sehingga membutuhkan alat transportasi.

  • Penjualan (Selling)

Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

  • Pembelian (Buying)

Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

  • Penyimpanan (Storing)

Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barangbarang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, pembuatan dan pemanfaatan lumbung padi.

  • Pembakuan Standar Kualitas Barang

Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan.

Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standarisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.

  • Penanggung Risiko

Barang yang didistribusikan bisa jatuh dan pecah, maka rusaklah barang yang akan didistribusikan tersebut. Hal ini mungkin saja terjadi pada kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung risiko. Pada jaman sekarang untuk menanggung risiko yang muncul bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.

Baca Juga: Pengertian Produksi

Fungsi Tambahan

  • Menyeleksi.

Suatu kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha.

  • Mengepak/ mengemas.

Untuk menghindari adanya suatu kerusakan atau hilang dalam pendistribusian maka barang harus dikemas dengan baik.

  • Memberi Informasi.

Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen harus memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi, informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.

Simpulan:

Tujuan distribusi antara lain menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen: mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen, tercapainya pemerataan produksi, menjaga kontinuitas produksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, dan meningkatkan nilai guna barang dan jasa.

Saluran distribusi melalui tiga cara, yaitu langsung, tidak langsung dan semi langsung, sedangkan distributornya antara lain: grosir, agen, retailer. Fungi distribusi dikelompokkan menjadi dua, yakni fungsi pokok dan fungsi tambahan

TAGGED:caradistribusifungsipengertiantujuan

Daftar untuk Newsletter Harian

Ikuti terus! Dapatkan berita terkini langsung ke kotak masuk Anda.
Dengan mendaftar, Anda menyetujui Ketentuan Penggunaan kami dan menyetujui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article METODE ILMIAH DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium
Next Article Download Modul Ajar Matematika Kelas 1 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka [gurusekali] Modul Ajar Matematika Kelas 1 Semester 1 & 2 Kurikulum Merdeka (Deep Learning)
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka

You Might Also Like

Penawaran
Ekonomi

Pengertian Penawaran : Teori, Faktor, Jenis, Hukum, Fungsi

4 Min Read
Pengertian, Tujuan, Faktor, Proses, Jenis, & Fungsi Produksi
Ekonomi

Produksi : Pengertian, Tujuan, Faktor, Proses, Jenis, & Fungsi

16 Min Read
Konsumsi
Ekonomi

Konsumsi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Faktor, Fungsi

11 Min Read
Perdagangan Internasional - Dampak Positif dan Negatif serta Kebijakan
Ekonomi

Perdagangan Internasional: Dampak Positif,Negatif, dan Kebijakan

7 Min Read

Selalu Tahu yang Terbaru

Ingin selalu update dengan konten kami? Yuk, berlangganan! Kami janji tidak akan membanjiri email Anda.
Jalanguru-logo Jalanguru-logo

Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Siap Pakai & Download Instan!
Dapatkan CP, ATP, PROTA, PROSEM, Pemetaan TP, Modul Ajar, KKTP dengan pendekatan deep learning. Hemat waktu, langsung praktik!

Download Perangkat Ajar Sekarang!

Optimalkan Perangkat Ajar Anda dengan Partner Terpercaya.
Request
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?