Apakah kalian tahu apa itu urbanisasi, apakah kamu tahu pengertian, faktor pendorong, dan faktor penariknya? Urbanisasi adalah fenomena global yang terus terjadi di banyak negara di seluruh dunia terutama di Indonesia.
Urbanisasi terjadi ketika masyarakat bermigrasi ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan memperoleh lebih banyak peluang dalam hidup mereka. Bagaimana fenomena ini dapat mempengaruhi kehidupan kita?
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang urbanisasi dan menjelaskan pengertian serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kita juga akan membahas dampak positif dan negatif dari urbanisasi dan bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi dan peluang yang ditawarkan oleh kota, serta mengurangi dampak negatif dari urbanisasi.
Jadi, apakah kalian ingin tahu lebih banyak tentang urbanisasi? Mari kita mulai membaca artikel ini dan mengeksplorasi lebih lanjut tentang fenomena global yang terus terjadi ini. Apa saja faktor yang mempengaruhi urbanisasi dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat memotivasi masyarakat untuk bermigrasi ke kota?
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terjadi karena adanya perubahan dan pertumbuhan wilayah yang disebut dengan istilah kota.
Urbanisasi adalah fenomena global yang terus meningkat dan telah membawa banyak dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di daerah perkotaan. Proses urbanisasi dapat membuka peluang baru dalam bidang pekerjaan dan pendidikan, serta memicu pertumbuhan ekonomi dan budaya yang pesat. Namun demikian, urbanisasi juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kemacetan, krisis perumahan, dan pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk merencanakan dan mengelola urbanisasi dengan baik agar dampak negatif dapat diminimalkan dan dampak positif dapat lebih dioptimalkan. Dengan demikian, urbanisasi dapat menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk hidup lebih baik dan sejahtera di tengah kota yang semakin modern dan maju.
Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli
Namun, pengertian urbanisasi tidak hanya sebatas itu saja. Para tokoh seperti Schnore (1964), King dan Colledge (1978), P.J.M.Nas (1979), Louis Wirth, R. Bintarto (1984), dan N. Daldjoeni (1988) memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang pengertian urbanisasi.
Schnore (1964)
Menurut Schnore (1964), masalah urbanisasi dapat dikaitkan dengan pembentukan kota. Konsep urbanisasi juga dianggap relevan dengan perilaku dan gaya hidup warga kota.
Hal ini karena adanya perubahan pada lingkungan di kota, seperti perubahan pada infrastruktur, kepadatan penduduk, dan keberagaman sosial budaya.
Perubahan ini dapat mempengaruhi perilaku dan gaya hidup warga kota, serta membawa dampak pada aspek sosial dan ekonomi di kota.
Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang pengertian urbanisasi sangat penting untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di kota.
King dan Colledge (1978)
Sementara itu, King dan Colledge (1978) menganggap urbanisasi terjadi melalui empat proses utama keruangan.
Pertama, adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota yang biasanya terkonsentrasi di pusat kota.
Kedua, arus modal dan investasi yang masuk ke kota dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, proses difusi inovasi dan perubahan yang terjadi di kota dan menyebar ke wilayah sekitarnya.
Dan keempat, faktor migrasi dan pemukiman baru yang terjadi ketika penduduk desa bermigrasi ke kota dan menetap di sana.
Dalam proses ini, faktor-faktor seperti peluang pekerjaan, akses terhadap layanan publik, dan kehidupan sosial yang lebih dinamis menjadi faktor penarik utama bagi penduduk desa untuk bermigrasi ke kota.
P.J.M.Nas (1979)
P.J.M.Nas (1979) menyatakan bahwa: berubahnya struktural dalam masyarakat akan mempengaruhi pergerakan urbanisasi. Maksudnya adalah daerah yang sebelumnya merupakan pedesaan dengan mata pencaharian yang dominan di bidang pertanian, perlahan-lahan atau bahkan secara tiba-tiba berubah menjadi sebuah kota dengan karakteristik kehidupan perkotaan.
Tulisan Louis Wirth “Urbanism as a way of life”
Sementara itu, Louis Wirth dalam karyanya yang berjudul “Urbanism as a way of life” menjelaskan bahwa urbanisasi menimbulkan inovasi, spesialisasi, diversitas, dan anonimitas. Namun, disisi lain, urbanisme yang dianggap sebagai “way of life” juga dinilai sebagai sesuatu yang bersifat destruktif.
R. Bintarto (1984)
Namun R. Bintarto (1984) melihat pengertian urbanisasi dari beberapa perspektif yang berbeda, seperti demografi, ekonomi, perilaku, sosiologi, dan geografi.
Dalam bidang ekonomi, urbanisasi melibatkan perubahan struktur yang dapat diamati pada pergeseran pekerjaan masyarakat desa dari sektor pertanian ke sektor non-agraris di kota.
Hal ini biasanya terjadi karena kota menawarkan peluang pekerjaan yang lebih baik dan memiliki penghasilan yang lebih tinggi.
Selain itu, urbanisasi juga dihubungkan dengan perubahan gaya hidup warga desa yang mengalami pengaruh dari masyarakat perkotaan.
Faktor-faktor seperti teknologi, infrastruktur, dan budaya perkotaan dapat mempengaruhi cara hidup masyarakat yang bermigrasi ke kota.
N. Daldjoeni (1988)
Dalam tulisan N. Daldjoeni (1988) yang mengutip dari De Bruijne , menyatakan bahwa setidaknya ada tujuh pengertian urbanisasi.
- Pertumbuhan persentase penduduk yang tinggal di perkotaan, baik secara global, nasional, maupun regional.
- Perpindahan penduduk dari pedesaan ke kota.
- Peningkatan jumlah penduduk bermata pencaharian non-agraris di pedesaan.
- Pertumbuhan sebuah pemukiman menjadi perkotaan.
- Perkembangan struktur morfologis suatu kota di kawasan sekitarnya.
- Penyebaran pengaruh ekonomi kota ke pedesaan.
- Penyebaran pengaruh sosial, psikologis, dan kultural kota ke daerah sekitarnya.
Singkatnya, urbanisasi adalah proses perluasan nilai dan norma kota ke wilayah sekitarnya, yang terjadi melalui berbagai aspek seperti pertumbuhan penduduk, perubahan struktur pemukiman, dan pengaruh sosial ekonomi dan budaya.
Kesimpulan Pengertian
Dari berbagai pengertian urbanisasi yang dikemukakan oleh para tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terjadi karena adanya perubahan dan pertumbuhan wilayah yang disebut dengan istilah kota.
Pengertian urbanisasi terhubung dengan perubahan struktural dalam masyarakat, seperti perubahan pada pekerjaan masyarakat desa, adanya pengaruh masyarakat perkotaan terhadap gaya hidup warga desa, serta perubahan pada aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik di perkotaan.
Urbanisasi bisa menghasilkan inovasi, spesialisasi, diversitas, dan anonimitas, namun di sisi lain, urbanisme yang dianggap sebagai “way of life” juga dapat bersifat destruktif. (Baca Selanjutnya: Dampak Urbanisasi: Positif, Negatif, dan Contohnya di Indonesia)
Faktor Pendorong dan Penarik Urbanisasi
Ada banyak faktor yang pendorong dan penarik orang untuk bermigrasi ke kota. Namun, urbanisasi juga membawa banyak tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi urbanisasi agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Dalam artikel ini, kita akan membahas faktor-faktor pendorong dan penarik urbanisasi secara detail. Mari kita simak bersama-sama!
Faktor Pendorong Urbanisasi
Kemiskinan, kekurangan lapangan kerja, dan bencana alam adalah beberapa faktor pendorong urbanisasi yang mendorong orang untuk meninggalkan pedesaan dan bermigrasi ke kota. Faktor pendorong urbanisasi cenderung lebih kuat dan mendesak, karena didorong oleh kondisi buruk di pedesaan.
Orang-orang yang paling rentan terhadap faktor pendorong urbanisasi adalah kelompok masyarakat yang kurang mampu atau rentan di pedesaan, seperti petani atau buruh tani. Faktor pendorong urbanisasi lebih sering terjadi pada masa-masa sulit, seperti saat terjadi bencana alam atau krisis ekonomi di pedesaan.
Faktor pendorong urbanisasi biasanya terjadi di pedesaan atau wilayah terpencil yang memiliki akses terbatas terhadap sumber daya dan layanan publik. Kurangnya akses terhadap infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan teknologi di pedesaan membuat orang merasa terpaksa atau terdesak untuk pindah ke kota.
Namun, faktor pendorong urbanisasi memiliki dampak negatif pada pedesaan, seperti meningkatnya kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Banyak orang yang meninggalkan pedesaan dan bermigrasi ke kota dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Kita perlu mengembangkan strategi yang tepat untuk mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di pedesaan. Dengan memberikan akses terhadap sumber daya dan layanan publik yang memadai, kita dapat membantu masyarakat pedesaan untuk tetap tinggal dan membangun kehidupan yang lebih baik di sana. (Baca Juga: Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional)
10 Faktor yang Mendorong Orang untuk Beralih ke Perkotaan
Kemiskinan dan kekurangan lapangan kerja di pedesaan
Kemiskinan dan kekurangan lapangan kerja di pedesaan adalah salah satu faktor pendorong urbanisasi yang paling kuat. Banyak orang yang bermimpi untuk memiliki hidup yang lebih baik, namun sayangnya di pedesaan, peluang untuk meraih mimpi tersebut sangatlah terbatas.
Terkadang, orang-orang di pedesaan terpaksa harus hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak memiliki lapangan kerja yang memadai untuk menghidupi keluarga mereka. Oleh karena itu, faktor pendorong urbanisasi menjadi sebuah solusi untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.
Bencana alam dan perubahan iklim di pedesaan
Namun, bukan hanya kemiskinan dan kekurangan lapangan kerja yang menjadi faktor pendorong urbanisasi. Bencana alam dan perubahan iklim juga berperan penting dalam memaksa orang-orang di pedesaan untuk bermigrasi ke kota.
Bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, dapat merusak lingkungan dan menghancurkan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan di pedesaan. Akibatnya, masyarakat pedesaan menjadi tidak memiliki tempat yang nyaman untuk hidup dan terpaksa meninggalkan daerah mereka.
Warga desa mengalami kekerasan dan konflik
Selain itu, konflik dan kekerasan di pedesaan juga menjadi faktor pendorong urbanisasi. Orang-orang di pedesaan seringkali menjadi korban konflik antara kelompok, yang dapat merusak keamanan dan stabilitas daerah tersebut. Kekerasan juga dapat memaksa orang-orang untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman.
Kurangnya akses terhadap pendidikan yang berkualitas di pedesaan
Faktor pendorong urbanisasi lainnya adalah kurangnya akses terhadap pendidikan yang berkualitas di pedesaan. Seringkali, sekolah-sekolah di pedesaan tidak memiliki fasilitas yang memadai dan kurangnya guru yang berkualitas.
Hal ini membuat anak-anak di pedesaan sulit untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak di kota. Akibatnya, orang tua di pedesaan seringkali terpaksa mengirimkan anak-anak mereka ke kota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di pedesaan
Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan di pedesaan juga menjadi faktor pendorong urbanisasi. Seringkali, masyarakat pedesaan tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai dan harus melakukan perjalanan jauh untuk mencari bantuan medis yang mereka butuhkan.
Semakin jauh jarak yang harus mereka tempuh, semakin sulit bagi mereka untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan akhirnya terpaksa meninggalkan pedesaan mereka.
Kurangnya infrastruktur dan akses terhadap sumber daya di pedesaan
Di pedesaan, seringkali tidak ada jalan yang layak untuk dilalui, air yang bersih, listrik, dan internet yang memadai. Hal ini membuat masyarakat pedesaan sulit untuk mengembangkan potensi mereka dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Jadi mendorong seseorang untuk melakukan urbanisasi menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan sumber daya yang mereka butuhkan.
Kurangnya keamanan dan perlindungan hukum di pedesaan
Di pedesaan, seringkali masyarakat tidak merasa aman dan terlindungi dari kejahatan dan kekerasan. Mereka tidak memiliki akses terhadap sistem hukum dan hakim yang dapat membantu mereka memperjuangkan hak-hak mereka.
Hal ini membuat masyarakat pedesaan terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan yang lebih baik di kota.
Kurangnya akses terhadap teknologi dan informasi di pedesaan
Seringkali selama tinggal di desa tidak ada akses terhadap teknologi yang memadai dan informasi yang aktual. Hal ini membuat masyarakat pedesaan sulit untuk berkomunikasi dengan dunia luar dan memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk meningkatkan hidup mereka.
Kurangnya kebebasan dan hak asasi manusia di pedesaan
Masyarakat pedesaan mungkin menghadapi diskriminasi, intoleransi dan tindakan diskriminatif lainnya yang membuat mereka tidak merasa aman dan dihargai di lingkungan mereka. Oleh karena itu, faktor pendorong urbanisasi menjadi solusi untuk menemukan lingkungan yang lebih inklusif dan toleran.
Kurangnya kesempatan untuk memperluas jaringan sosial dan bertemu orang baru di pedesaan
Masyarakat pedesaan terisolasi dan tidak memiliki kesempatan untuk bertemu orang baru atau memperluas jaringan sosial mereka. Hal ini membuat mereka merasa terjebak dalam lingkungan yang monoton dan membatasi kesempatan mereka untuk berkembang.
Faktor Penarik Urbanisasi
Apakah Anda pernah merasa tertarik untuk pindah ke kota dan mencari kehidupan yang lebih baik? Anda tidak sendirian dalam perasaan tersebut. Faktor penarik urbanisasi adalah hal yang menarik bagi banyak orang di seluruh dunia untuk pindah ke kota.
Faktor penarik urbanisasi terdiri dari beberapa hal, mulai dari akses terhadap lapangan kerja yang lebih baik, pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga kehidupan sosial yang lebih dinamis.
Mereka yang memutuskan untuk pindah ke kota biasanya mengalami beberapa perubahan positif, seperti meningkatnya akses terhadap lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan transportasi di kota.
Namun, faktor penarik urbanisasi tidak hanya berdampak positif pada mereka yang pindah ke kota, tetapi juga pada daerah asal mereka. Ada kemungkinan bahwa mereka yang pindah ke kota akan memiliki lebih banyak keahlian dan pendidikan daripada mereka yang tinggal di daerah asal mereka.
Maka menyebabkan kekurangan tenaga kerja terampil dan terdidik di pedesaan. Namun, faktor penarik urbanisasi juga dapat membantu meningkatkan ekonomi di pedesaan karena adanya remitansi dan investasi dari warga yang pindah ke kota.
Faktor penarik urbanisasi cenderung lebih berpengaruh pada kelompok masyarakat yang memiliki keterampilan dan pendidikan yang lebih tinggi. Namun, hal ini tidak berarti bahwa orang-orang yang tidak memiliki keterampilan atau pendidikan harus menyerah pada kesempatan untuk pindah ke kota.
Ada banyak sumber daya dan program yang tersedia untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan dan pendidikan mereka sehingga mereka juga dapat menikmati manfaat dari faktor penarik urbanisasi.
Meskipun faktor penarik urbanisasi terdengar menarik, kita juga harus memperhatikan dampak negatifnya. Beberapa masalah, seperti kemacetan, polusi, dan kekurangan perumahan, dapat terjadi di kota karena banyaknya orang yang pindah ke sana.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menangani dampaknya dan membangun kota-kota yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua orang.
10 Faktor yang Menarik Orang untuk Pindah ke Kota
Akses terhadap lapangan kerja yang lebih baik di kota
Salah satu faktor penarik urbanisasi utama adalah akses terhadap lapangan kerja yang lebih baik di kota. Kota menawarkan lebih banyak peluang untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan minat seseorang.
Ada lebih banyak perusahaan, industri, dan institusi di kota yang membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Selain itu, kota juga menawarkan peluang untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan karir seseorang.
Akses terhadap pendidikan yang berkualitas di kota
Faktor penarik urbanisasi selanjutnya adalah akses terhadap pendidikan yang berkualitas di kota. Kota memiliki lebih banyak sekolah dan perguruan tinggi yang menawarkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Selain itu, ada lebih banyak program dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membantu anak-anak dan remaja mengembangkan bakat mereka. Dengan akses yang lebih baik ke pendidikan, seseorang dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan karir mereka.
Akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik di kota
Kota juga menawarkan akses yang lebih baik ke fasilitas kesehatan yang canggih dan dokter yang berkualitas. Kesehatan adalah faktor penting dalam kehidupan manusia, dan dengan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, seseorang dapat memperoleh perawatan yang lebih baik dan lebih efektif.
Selain itu, kota juga menawarkan lebih banyak program kesehatan masyarakat yang dapat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (Lihat artikel: 10 Universitas Kedokteran Terbaik Dunia)
Akses terhadap infrastruktur dan sumber daya yang lebih baik di kota
Kota memiliki infrastruktur yang lebih baik, seperti jaringan jalan raya, kereta bawah tanah, bus, dan taksi. Jadi orang-orang lebih gampang untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain itu, kota juga menawarkan akses yang lebih baik ke sumber daya seperti air bersih, listrik, dan telekomunikasi.
Kehidupan sosial yang lebih dinamis dan beragam di kota
Kota juga menawarkan kehidupan sosial yang lebih dinamis dan beragam. Ada lebih banyak tempat wisata, tempat hiburan, dan kegiatan sosial yang dapat membantu orang untuk menemukan teman baru dan mengembangkan hubungan sosial. Selain itu, kota juga menawarkan akses ke budaya dan seni yang lebih berkembang, seperti museum, teater, dan galeri seni.
Fasilitas transportasi yang lebih baik di kota
Kota memiliki infrastruktur transportasi yang lebih baik, seperti jaringan jalan raya, kereta bawah tanah, bus, dan taksi. Hal ini memudahkan orang untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, kota juga menawarkan fasilitas transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti layanan transportasi berbasis listrik atau gas.
Fasilitas transportasi yang lebih baik di kota juga dapat membantu orang untuk menghemat waktu dan biaya, sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Selain itu, fasilitas transportasi yang lebih baik juga dapat membuka peluang untuk bekerja atau beraktivitas di tempat yang lebih jauh, sehingga meningkatkan akses dan peluang karir seseorang.
Peluang untuk meningkatkan keterampilan dan karir di kota
Selain akses terhadap lapangan kerja yang lebih baik, kota juga menawarkan peluang untuk meningkatkan keterampilan dan karir seseorang. Ada lebih banyak pelatihan dan program pengembangan keterampilan di kota yang dapat membantu seseorang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Selain itu, kota juga menawarkan lebih banyak peluang untuk memperoleh sertifikasi dan lisensi yang diperlukan untuk berbagai jenis pekerjaan.
Akses terhadap teknologi dan informasi yang lebih baik di kota
Kota juga menawarkan akses terhadap teknologi dan informasi yang lebih baik. Ada lebih banyak akses internet, teknologi informasi, dan perangkat keras yang tersedia di kota. Ini memungkinkan seseorang untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih banyak, serta memperluas jaringan sosial dan profesional mereka.
Lingkungan yang lebih aman dan nyaman di kota
Kota memiliki sistem keamanan yang lebih baik, seperti polisi dan pemadam kebakaran, serta infrastruktur yang lebih baik untuk mengatasi bencana alam. Selain itu, kota juga menawarkan lebih banyak tempat tinggal yang aman dan nyaman, seperti apartemen dan perumahan yang modern dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.
Budaya dan hiburan yang lebih berkembang di kota
Kota juga menawarkan budaya dan hiburan yang lebih berkembang. Ada lebih banyak festival, pertunjukan, dan acara budaya yang dapat membantu seseorang untuk memperluas pengetahuan mereka mengenai budaya dan seni.
Selain itu, kota juga menawarkan lebih banyak tempat hiburan, seperti bioskop, taman bermain, dan tempat wisata yang dapat membantu seseorang untuk bersantai dan melepaskan stres.
Akhir Kata
Urbanisasi adalah fenomena global yang terus terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Masyarakat bermigrasi ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan memperoleh lebih banyak peluang dalam hidup mereka. Namun, meskipun urbanisasi dapat membawa manfaat bagi masyarakat, kita juga harus mempertimbangkan dampak negatif yang dihasilkan, seperti kemacetan, polusi, dan masalah sosial yang muncul.
Terlebih, dengan memanfaatkan faktor penarik urbanisasi, kita dapat memaksimalkan potensi dan peluang yang kota telah tawarkan. Sebagai contoh, akses terhadap lapangan kerja yang lebih baik dapat membuka peluang karir yang lebih besar bagi penduduk kota, sementara akses terhadap pendidikan dan kesehatan dapat memperbaiki kualitas hidup mereka.
Untuk memastikan bahwa urbanisasi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, kita harus memperhatikan dampak negatif dari urbanisasi. Kita perlu mempertimbangkan lingkungan dan mengurangi polusi dan kerusakan lingkungan yang merupakan akibat dari urbanisasi. Kita juga harus memperhatikan kesejahteraan sosial dan memastikan bahwa masyarakat merasa aman dan nyaman di lingkungan kota.
Karena kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa urbanisasi berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama sebagai pemerintah dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi dan peluang yang ditawarkan oleh kota, serta mengurangi dampak negatif dari urbanisasi.
Lalu, apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah dalam memastikan bahwa dampak negatif dari urbanisasi dapat diatasi dengan efektif? Lihat artikel selanjutnya yaitu: Ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke pedesaan.
