Jalanguru-logo Jalanguru-logo
Subscribe Now
JalanGurucomJalanGurucom
Font ResizerAa
Search
Follow US
Copyright © 2014-2023 Ruby Theme Ltd. All Rights Reserved.
JalanGurucom > Blog > Pedagogik > 3+ Format Rumusan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar
Pedagogik

3+ Format Rumusan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar

bio jalan guru
By
Admin JalanGuru
bio jalan guru
ByAdmin JalanGuru
Follow:
6 Min Read
SHARE
Contents
  • 1. Bentuk Penulisan Rumusan Capaian Pembelajaran
  • 2. Menggabungkan Aspek Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam Format Capaian Pembelajaran
  • 3. Fase Format Rumusan Capaian Pembelajaran
    • Tahap PAUD
    • Tahap SD sederajat
    • Tahap SMP sederajat
    • Tahap SMA sederajat

Format Rumusan Capaian Pembelajaran merupakan bagian penting dari pelaksanaan pendidikan dengan kurikulum merdeka belajar. Capaian pembelajaran biasanya akan sekolah penggerak pakai untuk menentukan tujuan menanamkan karakter dan kompetensi berdasarkan Profil Pelajar Pancasila.

Namun, adapun isi capaian pembelajaran yang menjadi poin utama kurikulum merdeka belajar dan standar akademik yang akan tiap sekolah kembangkan telah Pemerintah Pusat sediakan sebelumnya.

Lalu, bagaimana cara merumuskan capaian pembelajaran yang tepat?. Apa lagi harus sesuai dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa?. Ayo ketahui lebih lanjut.

1. Bentuk Penulisan Rumusan Capaian Pembelajaran

Format capaian pembelajaran dapat menuliskannya dalam bentuk paragraf. Sehingga hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan umum secara jelas dan utuh. Menjadi satu kesatuan pembelajaran yang tidak terpisahkan, serta menggambarkan prestasi yang akan dicapai siswa pada akhir pembelajaran.

Maka perlu mempertimbangkan tahap dan kecepatan perkembangan anak, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini sangat membantu dan memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi subjek lebih dalam, daripada terburu-buru. Sebab memiliki cukup waktu untuk memperkuat kemampuan.

Keadaan ini juga memungkinkan anak berkebutuhan khusus menggunakan hasil belajar yang sama dengan anak biasa (anak di sekolah biasa).

Dengan demikian, secara tidak langsung akan bisa mempermudah guru saat mengajarkan matersi sesuai level yang benar (teaching at the correct level). Oleh karena itu, guru dapat mengajar anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Sehingga anak-anak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan haknya.

2. Menggabungkan Aspek Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam Format Capaian Pembelajaran

Jika kompetensi inti dan kompetensi dasar yang biasa kita kenal dalam kurikulum 2013 berubah menjadi satu. Maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai Capaian Pembelajaran. Jadi, hasil integrasi ini menjadi satu kesatuan yang menggambarkan kemampuan apa saja yang harus siswa kuasai.

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, tidak perlu lagi memisahkan antara 3 komponen dalam kurikulum 2013 seperti: sikap, pengetahuan dan keterampilan. Capaian pembelajaran ini telah menjadi pedoman dalam menggambarkan keberhasilan anak dalam belajar.

Untuk itu perlu mengintegrasikan, mengembangkan dan memperkuat kemampuan dan karakter siswa-siswi berdasarkan Profil Pelajar Pancasila. Jadi ini merupakan salah satu hal terpenting dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak Indonesia.

3. Fase Format Rumusan Capaian Pembelajaran

Tidak seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya yang memprioritaskan target dalam kurun waktu 1 tahun. Kurikulum Merdeka Belajar lebih menargetkan capaian pembelajaran dalam jangka waktu yang panjang. Tergantung fase ruang lingkup rumusan tahap pendidikan siswa.

Sedangkan alokasi waktu mengajar Kurikulum Merdeka Belajar untuk setiap fase dapat bervariasi, tergantung kepada jenjang kelas pendidikan. Istilah “fase” menjadi petunjuk membedakan setiap kelas. Karena siswa yang sedang belajar di kelas yang sama, dapat berada pada fase yang berbeda.

Hal ini merupakan penerapan prinsip belajar berjenjang berdasarkan capaian pembelajaran. Atau disebut juga dengan tingkat pengajaran yang sesuai (teaching at a stage/level yang sesuai).

Misalnya, jika siswa kelas 6 SD butuh mempelajari materi fase B (kelas 3 dan 4). Maka guru dapat menggunakan materi sesuai fase tersebut.

Tahap PAUD

Di PAUD ada tahap awal yang disebut tahap dasar (TK B). Tahap dasar ini meliputi capaian perkembangan yang harap siswa kuasai pada awal jenjang sekolah dasar sesuai usia anak usia dini.

Sehingga terlihat kemampuan transisi dari PAUD ke sekolah dasar, termasuk persiapan sekolah. Pembelajaran di SD berbeda dengan pembelajaran di PAUD, termasuk format rumusan capaian pembelarannya.

Pembelajaran PAUD bukanlah penggunaan mata pelajaran melainkan isi pembelajaran yang memadukan pengembangan enam aspek. Sedangkan pembelajaran di sekolah dasar mengacu pada mata pelajaran yang penyajiannya dengan tema (kurikulum 2013). Baca Juga: 3 Cara Persiapan Guru Mengajar Anak TK

Tahap SD sederajat

Terdapat 3 tahapan, yaitu fase A (kelas 1-2), fase B (kelas 3-4) dan fase C (kelas 5-6).

Dapat terlihat, bahwa adanya perbedaan durasi sekolah dasar selama 2 tahun. Adapun penyebabnya karena banyaknya sekolah yang menggunakan kelas multi usia untuk menampung 2 kelas.

Jadi, perbedaan durasi fase ini karena alasan aktual daripada alasan teoretis.

Tahap SMP sederajat

Hanya ada fase D, dengan durasi 3 tahun.

Lamanya tahapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berdasarkan pada tahap pengembangan. Sedangkan pada tahap sekolah menengah atas berdasarkan pada kebutuhan siswa sekolah menengah untuk penguatan materi dan keterampilan pada peminatan.

  • Baca Juga: Cara guru profesional meningkatkan proses belajar mengajar

Tahap SMA sederajat

Memiliki 2 tahapan utama, yaitu fase E (kelas X SMA) dan fase F (kelas XI dan XII).

Sedangkan untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), format capaian pembelajaran fase E meliputi dasar-dasar mata pelajaran umum dan bertujuan untuk memperkuat dasar-dasar yang memperolehnya di SMP. Selain itu, tahap E juga menyampaikan pengetahuan dasar rencana pengetahuan profesional yang menekankan pada soft skill.

Siswa juga dapat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kemungkinan karir masa depan, tantangan dan peluang yang terkait dengan pelatihan keterampilan yang siswa pilih.

Selain itu, tahap E juga berisi pengetahuan dasar keterampilan teknis, yang dapat mendukung siswa untuk fokus nantinya di tahap F. Pada tahap ini, siswa akan memiliki banyak waktu untuk melalui proses pembelajaran.

Sehingga mereka dapat mengeksplorasi konsep dan mempelajari keterampilan utama. Jadi materi dapat guru ajarkan secara eksploratif dan mendalam, bukan hanya untuk transfer pengetahuan.

TAGGED:gurukurikulumkurikulum paradigma barukurikulum sekolah penggerakpembelajaran

Daftar untuk Newsletter Harian

Ikuti terus! Dapatkan berita terkini langsung ke kotak masuk Anda.
Dengan mendaftar, Anda menyetujui Ketentuan Penggunaan kami dan menyetujui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Pemetaan KD Matematika Kelas 4 Semester 2 Pemetaan KD Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi
Next Article Silabus Prakarya Kelas 7 Semester 2 dan 1 Silabus Prakarya Kelas 7 Semester 2 dan 1 Kurikulum 2013
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka

You Might Also Like

Pembelajaran TIK dan Pendekatan TPACK
GuruModel PembelajaranPedagogikTeori Pembelajaran

Guru Pembatik: Pemanfaatan Pembelajaran TIK dengan Pendekatan TPACK

4 Min Read
Umpan Balik (Feedback)
Pedagogik

Umpan Balik (Feedback) yang Baik Bagi Siswa

14 Min Read
etika profesi keguruan
Pedagogik

Kode Etik Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

11 Min Read
Kerangka Kompetensi Guru dengan TIK
GuruPedagogik

Cara Meningkatkan Keprofesian dan Kompetensi Guru

2 Min Read

Selalu Tahu yang Terbaru

Ingin selalu update dengan konten kami? Yuk, berlangganan! Kami janji tidak akan membanjiri email Anda.
Jalanguru-logo Jalanguru-logo

Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Siap Pakai & Download Instan!
Dapatkan CP, ATP, PROTA, PROSEM, Pemetaan TP, Modul Ajar, KKTP dengan pendekatan deep learning. Hemat waktu, langsung praktik!

Download Perangkat Ajar Sekarang!

Optimalkan Perangkat Ajar Anda dengan Partner Terpercaya.
Request
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?