Jalanguru-logo Jalanguru-logo
Subscribe Now
JalanGurucomJalanGurucom
Font ResizerAa
Search
Follow US
Copyright © 2014-2023 Ruby Theme Ltd. All Rights Reserved.
JalanGurucom > Blog > Pedagogik > Umpan Balik (Feedback) yang Baik Bagi Siswa
Pedagogik

Umpan Balik (Feedback) yang Baik Bagi Siswa

bio jalan guru
By
Admin JalanGuru
bio jalan guru
ByAdmin JalanGuru
Follow:
14 Min Read
SHARE
Contents
  • Karakteristik Umpan Balik (Feedback) yang Baik dan Efektif
  • Komponen Umpan Balik yang Baik dan Efektif
    • Recognition of the Desired Goal
    • Some Understanding of a Way to Close the Gap Between the Two
    • Evidence About Present Position
  • Jenis-jenis Umpan Balik (Feedback)
    • Berdasarkan Cara Penyampaian
    • Berdasarkan Hasil yang Diberikan
  • Prinsip-Prinsip Umpan Balik (Feedback)
    • 1. Memberikan Umpan Balik Segera Mungkin
    • 2. Menjelaskan Secara Spesifik Umpan Balik
    • 3. Memberikan Umpan Balik Sesuai Tingkat Perkembangan Siswa
    • 4. Menyampaikan feedback dengan Penghargaan
    • 5. Memprioritaskan Proses Belajar, Bukan Hasil
  • Teknik Memberikan Umpan Balik yang Benar
    • 1. Melakukan Apersepsi Pembelajaran
    • 2. Menerapkan Motivasi yang Tepat
    • 3. Menggunakan Media yang Akseptable
    • 4. Memilih Metode Pembelajaran yang Variatif
  • Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Umpan Balik (Feedback)?
    • 1. Ketika Memberikan Hasil Ulangan
    • 2. Ketika Membagikan Hasil Tugas/ PR
    • 3. Ketika Proses Pembelajaran di Kelas
  • Akhir Kata

Umpan balik atau feedback yang baik dalam pembelajaran adalah ketika guru memberikan informasi yang akurat mengenai capaian pembelajaran siswa agar dapat meningkatkan kompetensi untuk belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Informasi yang guru berikan tersebut sangat terkait dengan apa yang sudah siswa lakukan, bagaimana hasil pencapaian, dan apa yang harus siswa lakukan agar bisa memperbaiki jika terdapat kesalahan. Lalu muncul pertanyaan, apa yang membuat umpan balik (feedback) yang baik dan efektif?.

Salah satu cara guru bisa memberikan umpan balik yang baik adalah dengan menjaga siswa untuk tetap fokus untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugas dengan benar. Namun sebaliknya, jika fokus siswa tidak terjaga maka feedback menjadi tidak efektif.

Fungsi feedback adalah untuk menyampaikan informasi, komunikasi, dan motivasi. Selain itu, berdasarkan tulisan sebelumnya tentang umpan balik dalam pembelajaran adalah informasi tentang kemampuan siswa. Ketika memaparkan kekuatan dan kelemahan untuk memotivasi menjadi terbaik yang mereka bisa.

Namun hal itu dapat terjadi, jika guru dapat menyampaikan pesan dengan benar sehingga akan menjadi kekuatan pendorong bagi siswa. Hal ini dapat tercapai dengan memberikan feedback yang baik untuk membuat siswa belajar lebih giat.

Dalam proses pembelajaran, feedback yang baik merupakan bagian dari penguatan (reinforcement) atas tindakan atau perilaku yang telah siswa tunjukkan. Jika perilaku siswa sesuai dengan harapan guru, maka perlu penguatan. Sebaliknya jika perilaku tersebut tidak sesuai dengan harapan guru, maka harus ada hukuman (punishment) agar perilaku tersebut tidak terjadi dan terulang kembali.

Karakteristik Umpan Balik (Feedback) yang Baik dan Efektif

Adapun karakteristik umpan balik yang baik, setidaknya satu harus fokus pada hal berikut:

  1. Memiliki konsep standar, tujuan atau referensi target
  2. Membandingkan tingkat kinerja aktual (saat ini) dengan tujuan pembelajaran sebelumnya untuk terlibat dalam tindakan yang tepat dan akan membantu memecahkan masalah.
  3. Memberikan bimbingan tentang cara dan sarana tertentu untuk meningkatkan hasil kerja siswa
  4. Memberi komentar untuk menambah masukan atau menyediakan sumber bacaan yang dapat berguna sebagai referensi dan sarana pembelajaran
  5. Feedback harus selaras dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Komponen Umpan Balik yang Baik dan Efektif

Ada 3 komponen penting yang menjadikan feedback menjadi baik dan efektif, antara lain:

Recognition of the Desired Goal

Umpan balik diberikan berdasarkan kinerja siswa. Guru harus mampu mengartikulasikan secara jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan mampu menjelaskannya di awal pembelajaran, meliputi materi yang dipelajari, indikator, dan kompetensi yang diharapkan.

Some Understanding of a Way to Close the Gap Between the Two

Umpan balik yang efektif harus membimbing setiap siswa tentang bagaimana meningkatkan. Guru tidak hanya harus memberikan feedback tentang kinerja dalam kaitannya dengan tujuan belajar siswa, tetapi juga harus dapat memberikan kiat dan strategi cara untuk mencapai tujuan secara lebih efektif.

Evidence About Present Position

Dalam konteks ini mengacu pada informasi kinerja atau fakta yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran, terutama tentang sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai dan sejauh mana tujuan pembelajaran belum tercapai. Salah satu cara untuk memberikan feedback adalah dengan membandingkan produk siswa dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada awal proses pembelajaran.

Jenis-jenis Umpan Balik (Feedback)

Secara umum, ada dua jenis umpan balik, yaitu feedback intrinsik dan ekstrinsik. Feedback intrinsik berkaitan dengan penilaian diri siswa itu sendiri, yaitu tentang sikap, kegiatan, dan perilaku yang telah dicapai, serta kemampuan yang telah ditunjukkan.

Sedangkan feedback eksternal adalah masukan yang berasal dari luar diri siswa. Misalnya dari guru, orangtua dan teman sekelas. Pada artikel ini, akan fokus pada feedback eksternal.

Berdasarkan Cara Penyampaian

Berdasarkan cara penyampaiannya, ada dua jenis umpan balik yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu:

1. Memberikan Secara langsung

Metode ini biasanya digunakan pada saat proses pembelajaran atau ketika rekan guru telah selesai materi/siswa baru saja mempresentasikan pekerjaannya. Karena sifatnya yang langsung, umpan balik ini biasanya diberikan secara langsung secara lisan, seperti melalui pertanyaan, ajakan nasihat, dan diskusi.

2. Memberikan dengan Tidak Langsung

Dengan pendekatan ini, guru akan menggunakan media atau kriteria penilaian tertentu untuk memberikan dan menerima feedback.

Misalnya dengan menggunakan angket/kuesioner, anotasi (respon bebas), emoji (simbol emosi yang mewakili perasaan tertentu), dan bull’s eyes (lingkaran berlapis sesuai perasaan).

Berdasarkan Hasil yang Diberikan

Selanjutnya, berdasarkan hasil yang diberikan. Umpan balik dapat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu feedback positif dan negatif. Berikut penjelasannya:

1. Feedback Bersifat Positif

Menurut Kulhavy & Stock (1989), feedback positif adalah pemberian masukan melalui komentar tertulis, yang dapat guru berikan pada lembar jawaban untuk ujian, pekerjaan rumah, tugas, atau lembar kerja siswa. Guru memberikan masukan dengan menulis komentar yang berisi informasi tentang bagaimana seharusnya mereka menjawab soal ulangan, pekerjaan rumah, tugas, atau lembar kerja. Daripada hanya mencoret jawaban yang salah, tuliskan langkah-langkah atau jawaban yang benar.

Mengapa Umpan Balik Positif Penting?
  1. Mendorong siswa untuk terus berlatih. Memberi siswa feedback positif secara tidak langsung memberitahu siswa bahwa latihan mereka selalu diawasi dan diperhatikan oleh guru.
  2. Membantu siswa menilai kemampuan yang tidak dapat mereka lihat dan rasakan sendiri.
  3. Mencerminkan perilaku guru yang efektif. Selama proses ini, guru memberikan masukan feedback jika mereka aktif dalam kegiatan belajar mereka. Guru hendaknya selalu memperhatikan siswa, memantau dan mengamati setiap kegiatan belajar siswa di sekitar tempat pembelajaran.
  4. Guru memberikan penilaian yang relevan terhadap aspek pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai materi yang sesuai tujuan pembelajaran.

2. Feedback Bersifat Netral

Salah satu jenis umpan balik yang kedua adalah bersifat netral. Feedback ini berada ditengah-tengah antara feedback positif dan negatif. Contohnya adalah ketika siswa tidak menanggapi apa yang guru katakan kepada siswa atau mereka hanya diam saja.

Umpan balik ini tidak menunjuk kepada salah satu siswa yang membuat kesalahan. Namun lebih bersifat mengingatkan kepada seluruh siswa, sehingga mereka lebih menghargai belajar. Misalnya, ketika guru menjelaskan langkah-langkah untuk memecahkan masalah matematika, guru akan mengatakan “Lihat ke depan!”

3. Feedback Bersifat Negatif

Sedangkan feedback negatif menurut Camstra, B. (1991) akan menjadi tidak berguna jika tanpa proses pembelajaran selanjutnya yang melibatkan upaya siswa untuk memperbaiki kesalahan. Sehingga bisa menebus kekurangan menggunakan informasi feedback.

Dengan demikian umpan balik negatif biasanya berisi komentar dari guru yang hanya melihat kekurangan siswa tanpa ada usaha/dorongan untuk perbaikan. Hal ini tentu saja menurunkan harga diri siswa dan tidak memberikan pengaruh untuk memperbaiki diri.

Prinsip-Prinsip Umpan Balik (Feedback)

Umpan balik bukanlah memberikan pujian atau kritik, persetujuan atau ketidaksetujuan, tetapi suatu upaya untuk memberikan nilai atau makna. Masukan juga harus objektif, deskriptif, dan memberikannya pada waktu yang tepat, terutama ketika daya ingat siswa masih segar.

Menurut penjelasan dari Kulhavy & Stock bahwasanya ada 5 prinsip yang sangat perlu guru perhatikan ketika memberikan feedback yang baik sehingga memberikan efek positif pada diri siswa. Nah, ketika guru merencanakan dan memberikan masukan untuk meningkatkan hasil belajar, sobat perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

1. Memberikan Umpan Balik Segera Mungkin

Guru harus memberikan feedback segera mungkin sehingga peserta didik bisa meningkatkan kinerja (performance). Selain itu, guru juga bisa sesegera mungkin memberikan masukan sebelum kesalahan siswa berlarut-larut dan terlupakan. Maka, jika seorang siswa menunjukkan kinerja yang baik, mereka perlu memahami bahwa dia harus mengikuti kinerjanya, dan dia tahu bahwa dia belajar dengan baik.

2. Menjelaskan Secara Spesifik Umpan Balik

Guru memberikan informasi yang spesifik untuk membantu siswa memahami umpan balik (feedback). Sehingga siswa lebih mudah mengetahui kemampuan yang mereka miliki. Dimana letak kelebihan dan kekurangannya.

3. Memberikan Umpan Balik Sesuai Tingkat Perkembangan Siswa

Beberapa guru sering memberikan feedback yang tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Selain itu, harus memperhatikan pemberian masukan yang secara bertahap, sehingga mempermudah siswa menerima feedback.

4. Menyampaikan feedback dengan Penghargaan

Guru harus memberikan feedback positif atas kinerja yang sudah baik, dan pada saat yang sama memberikan penghargaan. Sehingga meningkatkan motivasi dan harga diri siswa.

5. Memprioritaskan Proses Belajar, Bukan Hasil

Guru meminta siswa untuk memperbaiki kinerja mereka melalui umpan balik, jadi biarkan mereka fokus pada proses yang perlu mereka koreksi daripada terburu-buru untuk mendapatkan hasil akhir. Pastikan mereka benar-benar memahami dan mengikuti langkah-langkah ini dengan benar.

Teknik Memberikan Umpan Balik yang Benar

Demi meningkatkan proses pembelajaran yang membuat siswa belajar lebih giat lagi. Sobat perlu mengetahui bagaimana teknik yang benar ketika ingin memberikan feedback kepada siswa. Sejalan dengan ini, terdapat 4 penting yang perlu guru kuasai, yaitu:

1. Melakukan Apersepsi Pembelajaran

Ketika membuka pembelajaran, ada baiknya sobat melakukan apersepsi terlebih dahulu dengan cara dapat menggabungkan hasil pengamatan nyata sehari-hari dan konsep topik hari ini dengan pelajaran sebelumnya. Dengan demikian melalui cara menghubungkan pengalaman lama dengan konsep baru, maka akan memicu respon dan interaksi antara guru dan siswa.

2. Menerapkan Motivasi yang Tepat

Membangkitkan gairah belajar siswa adalah cara yang bagus untuk mendorong feedback. Berbagai cara dapat guru terapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Misalnya: Memberikan penghargaan, memberikan simbol (perasaan), gerak tubuh, pujian, hukuman, pembagiann tugas atau kuis.

3. Menggunakan Media yang Akseptable

Terkadang siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran, jika hanya mendengarkan penjelasan guru secara lisan. Oleh karena itu, perlu sebuah media pembelajaran yang menarik demi mengatasi kurangnya pemahaman siswa. Misalnya, Sobat bisa menggunakan globe untuk menafsirkan lokasi geografis suatu negara, dan seterusnya.

4. Memilih Metode Pembelajaran yang Variatif

Banyak metode dan model pembelajaran yang ada untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Sobat bebas memilih berbagai model seperti: kooperatif learning, inquiry, discovery learning, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, usahakan pemilihan pendekatan yang berpusat kepada siswa, sehingga mereka lebih aktif di kelas. Jadi hindari menggunakan metode ceramah yang monoton membuat siswa menjadi cepat bosan untuk belajar.

Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Umpan Balik (Feedback)?

Guru juga harus tahu dong, kapan waktu yang tepat untuk memberikan feedback. Sehingga lebih memaksimalkan hasil yang mau tercapai dengan memberikan masukan tersebut. Berikut adalah 3 waktu yang tepatnya:

1. Ketika Memberikan Hasil Ulangan

Saat siswa menyelesaikan tes/tes dan mengumpulkannya, sobat mengoreksinya dan kemudian memberikan catatan berupa masukan dan referensi perbaikan.

2. Ketika Membagikan Hasil Tugas/ PR

Selain ketika hasil ulangan terbit, waktu yang tepat memberikan masukan kepada siswa adalah ketika membagikan penilai tugas atau PR (Pekerjaan Rumah). Tidak ada salahnya memberikan pujian dan penghargaan, walaupun hasilnya masih kurang atau perlu remedial. Selanjutnya, sobat bisa memberikan masukan dan komentar untuk memotivasi siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan pekerjaan mereka.

3. Ketika Proses Pembelajaran di Kelas

Terakhir adalah dengan memberikan masukan secara tepat saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Sehingga feedback yang guru sampaikan dapat lebih memperjelas pembelajaran bagi siswa. Selain itu, siswa juga bisa langsung bertanya sebagai bentuk tanggapan, jika mereka kurang jelas.

Akhir Kata

Walapun feedback berisi tentang kekurangan atau berkaitan hal-hal negatif, jika menyampaikanya secara jujur, pasti akan memberikan respon yang baik. Semuanya tergantung bagaimana seorang guru memberikan masuk yang menjadi saran dan juga solusi untuk siswa, agar bisa memperbaiki diri kedepannya.

Sobat harus memperhatikan jenis masukan harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Kebutuhan siswa berkaitan dengan tingkat perkembangan psikososial anak. Dalam proses perkembangan siswa anak-anak dan remaja terkadang mendambakan perhatian lebih dan kebebasan.

Oleh karena itu, guru harus berhati-hati dalam memberikan umpan balik untuk memperbaiki atau mengoreksi kesalahan siswa. Ketidaksesuaian jenis umpan balik yang sobat berikan dapat mempengaruhi perasaan tidak enak, pesimis, tidak termotivasi belajar, atau kurang percaya diri karena feedback dari guru.

Sumber:

Camstra, B. (1991).Berikan dan Dapatkan Umpan Balik. (Online) http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/03/18/berikan-dan-dapatkanumpan-balik.

Kulhavy & Stock. (1989).Prinsip-Prinsip Pemberian Feedback yang Efektif . (Online) http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/02/feedback-balikan-motivasibelajar.html.

Polmer Sinaga. (2006). Skripsi: “Pengaruh Pemberian Umpan Balik terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Perhitungan Kimia di Kelas XI SMA RK Bintang Timur Rantau Prapat Tahun Ajaran 2005/2006”. Medan: Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Ruth Christine Sinulingga, Skripsi: “Pengaruh Pemberian Tugas dan Umpan Balik (Feed Back) terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Pokok Bahasan Hidrokarbon”, (Medan: Unimed, 2012).

TAGGED:feedbackguru abad 21guru profesionalumpan balik

Daftar untuk Newsletter Harian

Ikuti terus! Dapatkan berita terkini langsung ke kotak masuk Anda.
Dengan mendaftar, Anda menyetujui Ketentuan Penggunaan kami dan menyetujui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article Model Pembelajaran Role Playing Role Playing: Defenisi, Karakteristik, Sintaks, Kelebihan, Kekurangan, Contoh
Next Article Pengertian HOTS 10+ Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skills) Menurut Para Ahli
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
KKTP Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROSEM Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
PROTA Matematika Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Pemetaan TP Matematika Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka

You Might Also Like

Pre Test dan Post Test: Pengertian, Tujuan, Cara Membuat, Contoh
Pedagogik

Pre Test dan Post Test: Pengertian, Tujuan, Cara Membuat, Contoh

31 Min Read
KKO Taksonomi Bloom Revisi Terbaru
Pedagogik

Taksonomi Bloom Revisi Terbaru: KKO Kognitif, Afektif, Psikomotor

27 Min Read
Guru Penggerak adalah: Pengertian, Program, Daftar, Tujuan & Manfaat
GuruPedagogik

Guru Penggerak adalah: Pengertian, Program, Daftar, Tujuan & Manfaat

18 Min Read
Pengayaan adalah Pengertian, Jenis, Strategi, Manfaat, & Contoh
DEFENISIPedagogik

Pengayaan adalah: Pengertian, Jenis, Strategi, Manfaat, & Contoh

17 Min Read

Selalu Tahu yang Terbaru

Ingin selalu update dengan konten kami? Yuk, berlangganan! Kami janji tidak akan membanjiri email Anda.
Jalanguru-logo Jalanguru-logo

Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Siap Pakai & Download Instan!
Dapatkan CP, ATP, PROTA, PROSEM, Pemetaan TP, Modul Ajar, KKTP dengan pendekatan deep learning. Hemat waktu, langsung praktik!

Download Perangkat Ajar Sekarang!

Optimalkan Perangkat Ajar Anda dengan Partner Terpercaya.
Request
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?