- Fondasi Filosofis ATP Bahasa Inggris Kelas 2 Kurikulum Merdeka dan Deep Learning
- Signifikansi Deep Learning dalam PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2
- Komponen Utama PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Deep Learning
- Strategi Implementasi PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Kurikulum Merdeka
- Tahapan Penyusunan PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2
- Keunggulan PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Berbasis Deep Learning
- Tantangan dan Solusi Implementasi
- Download PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Penyusunan PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Kurikulum Merdeka memerlukan strategi khusus melalui pendekatan deep learning untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. PROSEM, selain itu, berfungsi sebagai pedoman teknis sekaligus dokumen administratif penting yang mendukung proses akreditasi sekolah.
Perencanaan sistematis ini mengatur distribusi materi ajar secara terstruktur sepanjang tahun ajaran. Guru kemudian memanfaatkan waktu efektif untuk mencapai seluruh target pembelajaran bahasa Inggris.
PROSEM menerapkan pendekatan deep learning yang mengubah fokus pembelajaran dari hafalan menuju penguasaan konseptual mendalam, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna. Pendekatan ini membekali peserta didik dengan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi baru dan, selain itu, membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Fondasi Filosofis ATP Bahasa Inggris Kelas 2 Kurikulum Merdeka dan Deep Learning
Kurikulum Merdeka merepresentasikan pergeseran paradigma pendidikan dari pendekatan standarisasi menuju model personalisasi yang memanusiakan hubungan belajar.
Filosofi pendidikan progresif tersebut berakar pada pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang “pendidikan yang menuntun” dengan prinsip among system yang menempatkan guru sebagai fasilitator pertumbuhan alami peserta didik. Esensi kemerdekaan belajar tercermin melalui pengakuan terhadap kodrat alam dan zaman setiap anak sebagai individu unik.
Selain itu, deep learning menjadi elemen krusial yang menghidupkan filosofi Kurikulum Merdeka melalui penekanan pada konstruksi pengetahuan bermakna.
Pendekatan ini berdasar pada teori konstruktivisme Vygotsky tentang Zone of Proximal Development serta konsep experiential learning dari John Dewey. Oleh karena itu, deep learning mentransendensi pembelajaran dengan mengembangkan enam kompetensi global: karakter, kreativitas, komunikasi, critical thinking, kolaborasi, dan citizenship.
Sejalan dengan itu, integrasi kedua fondasi filosofis tersebut dalam PROSEM menciptakan ekosistem pembelajaran yang memadukan kebebasan eksplorasi dengan kedalaman konseptual. Guru berperan sebagai perancang pengalaman belajar yang memfasilitasi proses inquiry-based learning dan project-based learning.
Akibatnya, pembelajaran bahasa Inggris tidak lagi sekadar menjadi proses transfer linguistik, tetapi berkembang menjadi medium penguatan kompetensi hidup melalui aktivitas bermakna yang kontekstual dengan realitas peserta didik.
Signifikansi Deep Learning dalam PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2
Penerapan deep learning dalam PROSEM Bahasa Inggris Kelas II Kurikulum Merdeka membutuhkan pendekatan sistematis yang mengutamakan pemahaman konseptual mendalam karena kurikulum ini berfokus pada pengembangan kompetensi holistik.
Pendekatan ini mentransformasi pembelajaran bahasa dari sekadar penguasaan kosa kata menuju pengembangan kompetensi komunikasi kontekstual yang melibatkan critical thinking dan creativity.
Menurut Lannuria dkk. (2024), “Program Semester (Promes) merupakan tampilan agenda pembelajaran yang disusun sebagai penjabaran dari program tahunan” yang harus disusun secara operasional dan terukur.
Ridhotullah & Faelasup (2025) menegaskan bahwa “PROTA berfungsi sebagai dasar untuk menjaga keseragaman dalam perencanaan tahunan, semester, dan harian yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran lainnya seperti RPP dan Program Semester (PROMES)” sehingga memastikan kesinambungan proses pembelajaran.
Integrasi deep learning dalam PROSEM memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pembelajaran bermakna yang dirancang khusus untuk peserta didik kelas 2.
Pendekatan deep learning dalam PROSEM menciptakan kerangka pembelajaran sistematis yang adaptif dengan kebutuhan peserta didik sekaligus memenuhi tuntutan kurikulum. Sementara itu, pembelajaran bahasa Inggris kelas 2 berkembang menjadi pengalaman bermakna yang mengembangkan kompetensi linguistik dan sosial emosional secara simultan melalui berbagai aktivitas kontekstual.
PROSEM berbasis deep learning pada akhirnya menghasilkan proses pembelajaran transformative yang membekali peserta didik dengan kemampuan aplikatif dalam konteks kehidupan nyata melalui penyusunan agenda pembelajaran yang terstruktur dan bermakna.
Komponen Utama PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Deep Learning
Berdasarkan format dokumen PROSEM Kurikulum Merdeka, beberapa komponen pokok harus tersusun rapi. Setiap komponen saling berkaitan membentuk sistem perencanaan yang solid.
Identitas dan Informasi Umum
Bagian ini memuat data mata pelajaran, satuan pendidikan, tahun pelajaran, fase, dan kelas/semester. Informasi ini menjadi penanda administrasi vital untuk akuntabilitas pengelolaan dokumen akademik.
Capaian Pembelajaran Fase A
CP merupakan standar kompetensi akhir yang harus dicapai peserta didik di akhir Fase A. Pada Bahasa Inggris Kelas 2, CP menekankan penguasaan bahasa Inggris lisan untuk interaksi situasi sosial sehari-hari.
Elemen Capaian Pembelajaran
Penjabaran elemen memberikan arahan yang jelas untuk tiga aspek pembelajaran utama, khususnya pada pengembangan keterampilan berbahasa. Aspek Menyimak-Berbicara menitikberatkan pada interaksi menggunakan bahasa Inggris sederhana serta kemampuan merespons instruksi secara tepat.
Alur dan Tujuan Pembelajaran
ATP menjadi inti PROSEM dengan merinci urutan pembelajaran logis dan tujuan spesifik terukur. ATP inilah yang menjadi pedoman operasional guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Alokasi Waktu dan Penjadwalan
Penetapan alokasi waktu membutuhkan pertimbangan cermat terhadap kalender akademik, sebab guru perlu menghitung minggu efektif dengan presisi melalui eliminasi hari libur nasional dan juga aktivitas sekolah.
Sistem Evaluasi
PROSEM harus mencantumkan jadwal pelaksanaan asesmen sumatif secara eksplisit. Perencanaan evaluasi terstruktur membantu guru menyiapkan instrumen penilaian sesuai tujuan pembelajaran.
Strategi Implementasi PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Kurikulum Merdeka
Transformasi PROSEM konvensional menuju berorientasi deep learning memerlukan perubahan pola pikir. Beberapa strategi berikut efektif menciptakan pengalaman belajar yang mendalam.
Aktivitas Berbasis Permasalahan Kontekstual
Sajikan masalah sehari-hari yang relevan dengan dunia peserta didik. Dalam unit “Do You Like Apple?”, ajak peserta didik melakukan survei sederhana tentang preferensi buah teman sekelas.
Komunikasi Autentik
Berikan kesempatan peserta didik berinteraksi menggunakan bahasa Inggris situasi nyata. Aktivitas bermain peran membangun kepercayaan diri dan kompetensi komunikasi.
Media Visual dan Kinestetik
Manfaatkan gambar, benda konkret, dan gerakan tubuh secara optimal. Saat mempelajari preposisi “on, in, under”, minta peserta didik mempraktikkan dengan benda sekitar.
Budaya Refleksi
Sisipkan sesi refleksi singkat di akhir pembelajaran dengan pertanyaan pemandu. Kebiasaan ini mengembangkan metakognisi dan membantu peserta didik menyadari proses belajar mereka.
Tahapan Penyusunan PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2
Analisis CP dan Perumusan ATP
Kaji Capaian Pembelajaran fase kemudian rumuskan Alur dan Tujuan Pembelajaran. Ubah CP menjadi ATP operasional yang spesifik, terukur, dan kontekstual sesuai karakteristik peserta didik.
Pemetaan Elemen dan Subelemen
Identifikasi elemen dan subelemen capaian pembelajaran sesuai struktur Kurikulum Merdeka. Kelompokkan kompetensi inti menjadi unit pembelajaran tematik berbasis proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pengembangan Unit Pembelajaran
Rancang unit pembelajaran yang mengintegrasikan materi inti dengan proyek profil pelajar Pancasila. Susun aktivitas pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi konsep melalui pengalaman langsung.
Penentuan Alokasi Waktu Berbasis Minggu Efektif
Hitung jumlah minggu efektif semester dengan mempertimbangkan kalender pendidikan. Distribusikan alokasi waktu setiap unit berdasarkan kompleksitas materi dan target pembelajaran.
Perencanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Rancang skema asesmen yang mencakup penilaian formatif untuk pemantauan proses dan sumatif untuk pengukuran capaian akhir. Integrasikan berbagai teknik penilaian seperti observasi, unjuk kerja, dan portofolio.
Penyusunan Jadwal Pembelajaran Semester
Susun jadwal pembelajaran per bulan yang memuat urutan unit, alokasi waktu, dan jadwal asesmen. Sediakan ruang fleksibilitas untuk menyesuaikan kecepatan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
Keunggulan PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Berbasis Deep Learning
PROSEM berbasis deep learning menawarkan kelebihan signifikan dibanding pendekatan konvensional. Model ini mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pembelajaran bermakna.
Peserta didik mengalami peningkatan motivasi belajar karena merasakan manfaat langsung dari setiap materi. Mereka melihat keterkaitan antara pembelajaran bahasa Inggris dengan kehidupan sehari-hari.
Guru memperoleh kepuasan profesional ketika menyaksikan perkembangan kompetensi peserta didik. Mereka menjadi fasilitator yang mendampingi proses belajar aktif bukan instruktur yang mentransfer pengetahuan.
Sekolah mendapatkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan aplikatif. PROSEM ini menjadi bukti fisik implementasi Kurikulum Merdeka yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Tantangan dan Solusi Implementasi
Implementasi PROSEM berbasis deep learning menghadapi beberapa kendala praktis. Keterbatasan waktu menjadi kendala utama karena penyusunan membutuhkan proses panjang.
Perubahan kurikulum nasional kerap memerlukan modifikasi signifikan terhadap perencanaan tahunan. Guru membutuhkan pelatihan berkelanjutan untuk menguasai teknik penyusunan PROSEM modern.
Sekolah perlu menyediakan dukungan memadai berupa bantuan staf kurikulum dan fasilitas teknologi. Kepala sekolah harus melakukan supervisi akademik efektif untuk memastikan PROSEM diimplementasikan sesuai rencana.
Kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan menjadi kunci keberhasilan penerapan. Kerja sama erat antara guru, staf kurikulum, dan komite sekolah menciptakan sinergi positif.
Download PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka
Dokumen siap pakai ini mempersingkat waktu penyusunan karena sudah memuat seluruh komponen wajib berdasar panduan resmi Kemendikbudristek. PROSEM lengkap tersebut merangkum best practices pembelajaran bahasa Inggris untuk peserta didik usia dini melalui aktivitas bermakna dan kontekstual.
Dokumen PROSEM tersaji dalam format editor yang memungkinkan penyesuaian sesuai karakteristik satuan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.
Setiap unit pembelajaran sudah terintegrasi keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creativity, dan collaboration melalui project-based learning. Penyusunan alokasi waktu menggunakan sistem penghitungan minggu efektif yang akurat berdasarkan kalender akademik terbaru.
Mulai transformasi pembelajaran bahasa Inggris dengan perangkat ajar profesional yang menginspirasi dan berdampak nyata.
Ratusan guru sudah membuktikan efektivitas PROSEM ini dalam menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan dan bermakna. Anda akan memperoleh akses langsung ke file lengkap beserta panduan implementasi step-by-step yang memudahkan adaptasi di kelas.
Jangan tunda lagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran, wujudkan perubahan signifikan dalam praktik mengajar Anda mulai hari ini juga!
Penutup
Penyusunan PROSEM berkualitas menjadi fondasi utama pembelajaran terstruktur dan bermakna. Dokumen ini merupakan pedoman pembelajaran yang membimbing guru dan peserta didik mencapai tujuan efektif sepanjang semester.
Tingkatkan kualitas perangkat ajar dengan menjelajahi koleksi dokumen panduan praktis. Jelajahi artikel kami tentang PROSEM Bahasa Inggris Kelas 2 Semester 2 Deep Learning Kurikulum Merdeka.
Referensi
Lannuria, L., Karinah, J., Jannah, M., Aini, N., Pahrudin, P., & Wismanto, W. (2024). Analisis Penyusunan Program Pembelajaran Tahunan Berdasarkan Tinjauan Distribusi Dan Kompetensi Dasar Penyusunan Prota. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 4(2), 37-45.
